Selasa, 05 Maret 2013

jalan raya






akhir-akhir ini banyak jalan yang rusak karena pada waktu pembangunannya tidak melihat kekuatan jalan yang dibutuhkan..apakah jalan itu dibuat untuk orang dan sepeda motor ataupun dilewati oleh truck besar..
jadi setiap membuat jalan kita harus memperhatikan struktur yang digunakan..
supaya jalan itu bisa keras dan tidak cepat rusak.harus mengetahui perkerasan jalan.
Dulu orang merasa cukup dengan menggunakan jalan tanah yang dipadatkan sebagai sarana transportasi. Dengan meningkatnya volume dan beban tonase lalulintas maka tanah yang diperkeras saja sangat tidak mencukupi. Oleh karena itu maka dibuatlah konstruksi perkerasan.
Perkerasan adalah lapisan-lapisan bahan perkerasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang dihamparkan diatas tanah dasar dan kemudian dipadatkan dengan persyaratan tertentu.
Jenis-jenis konstruksi perkerasan antara lain :
  • Perkerasan lentur (flexible pavement)
  • Perkerasan kaku (rigid pavement)
  • Perkerasan modular
  • Perkerasan komposit

Jenis-jenis perkerasan aspal :
  1. Laburan aspal satu lapis (burtu)
  2. Laburan aspal dua lapis (burda)
  3. Lapis tipis aspal pasir (latasir)
  4. Lapis penetrasi makadam (lapen)
  5. Asphalt treated base (ATB)
  6. Aspal campuran dingin (cold mix)
  7. Lapis tipis aspal beton (lataston)
  8. Beton aspal (hot mix)
1. Laburan aspal satu lapis (burtu)
Digunakan sebagai lapis penutup ulang pada perkerasan yang ada atau sebagai rawatan pertama pada bagian lapis perkerasan yang direkonstruksi.2. Laburan aspal dua lapis (burda)
Digunakan sebagai lapis penutup permukaan baru pada lapis pondasi atas yang dipadatkan atau pada bagian yang direkonstruksi.
3. Lapis tipis aspal pasir (latasir)
Digunakan sebagai lapis penutup ulang untuk pemakaian jangka pendek pada lapis perkerasan dengan penutup yang ada atau pada bagian perkerasan yang direkonstruksi atau sebagai lapis penutup sementara untuk perbaikan lapis perkerasan.
4. Lapis penetrasi makadam
Lapis permukaan yang tebalnya dari 4 sampai 8 mm dari agregat pecah dan bergradasi serta yang bersih dilapisi dengan penetrasi bahan pengikat aspal yang panas. Diletakkan di atas lapis pondasi atas yang padat atau permukaan lapis perkerasan yang ada sebagai penutup akhir.
5. Asphalt treated base (ATB)
Suatu lapis perata dari agregat yang dimantapkan dengan aspal diberikan untuk memperbaiki dan memperkuat ketidakteraturan permukaan perkerasan setempat dan membentuk ulang permukaan yang ada sampai kemiringan melintang dikehendaki.
6. Lataston
Campuran aspal semen / keras dengan gradasi tidak menerus untuk jalan yang lalulintasnya ringan diletakkan sebagai lapis permukaan diatas dasar yang dipersiapkan dari permukaan perkerasan yang direkonstruksi.
7. Aspal beton campuran dingin
Aspal campuran dingin yang digunakan pada jalan-jalan yang lalulintasnya dari rendah sampai medium meliputi penambalan dan perbaikan-perbaikan kecil, pembetulan terhadap bentuk permukaan, pelebaran tepi dan pelapisan ulang.

0 komentar:

Poskan Komentar